Upaya Jerat Koruptor di Minsel, Kejari Amurang : Berani Menghambat Kami Jadikan Tersangka

manadoterkini.com, AMURANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang unjuk gigih. Sejumlah kasus dugaan korupsi mulai diendus. Beberapa Hukum Tua (Kumtua) dan pejabat jadi target.

Salah satu kasus yang kini diseriusi Kejari Amurang adalah penggunaan dana Paskibraka di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel. Diduga, penggunaan anggaran Paskibraka Tahun 2016 terjadi penyalahgunaan.

“Dana Paskibraka Tahun 2016, sudah naik ke tahap penyidikan,” ungkap Lambok Sidabutar SH MH, Kepala Kejari Minsel kepada sejumlah wartawan.

Selain dana Paskibraka di Dinas Dikpora Minsel, Kejari juga membidik penggunaan anggaran Dana Desa (Dandes) di beberapa desa. Penyelidikan penggunaan Dandes di sejumlah desa kata dia, dilakukan setelah ada laporan masyarakat.

“Ada beberapa laporan soal penggunaan Dandes. Terbanyak karena dikerjakan tidak sesuai spesifikasi,” tukas Lambok.

Dia juga mengaku, ada kesulitan saat mau mengungkap dugaan korupsi di Minsel. Pasalnya, ada kesan tertutup, saat tim mau menggali informasi.

“Namun, tim saya, Kasie Intel dan tim jaksa sudah bekerja keras menangani beberapa perkara. Kami berharap kasus-kasus ini akan berakhir di pengadilan,” kata Lambok.

Diapun mengecam jika ada oknum yang coba-coba menghambat penyidikan kasus korupsi. Lambok berjanji untuk menyeret oknum yang bersangkutan ke meja hijau.

“Siapa pun itu. Oknum pejabat yang menghalangi penyidikan, akan dijadikan tersangka. Ada pasal untuk menyeret pelaku obstruction of justice, Pasal 21, ke pengadilan. Kita tidak lihat jabatan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, dia meminta sejumlah oknum pejabat untuk terbuka saat dilakukan penyelidikan. Sebab kata dia, percuma menutup-nutupi suatu perbuatan melanggar hukum. “Saya mengingatkan, jangan sekali-kali menghambat penyidikan,” tandasnya.(dav)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan