Selasa, 12 November 2019

Dua Remaja Asal Desa Koreng Nekat Gantung Diri

manadoterkini.com, TARERAN-Diduga hubungan asmara mereka tidak direstui oleh orang tua, Dua remaja asal Desa Koreng Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) nekat mengakhiri hidup mereka dengan cara gantung diri dengan seutas tali nilon di tower sutet pada Selasa (5/12) pagi tadi.

Kedua remaja tersebut yakni RK alias Rino (20) dan MK alias Meifa (13) di Desa Koreng. “Tempat kejadian gantung diri di bawah tower sutet perkebunan Desa Koreng,” kata Kapolsek Tareran Iptu Petrus Satu.

Menurut Kapolsek, kedua korban tersebut, pertama kali ditemukan oleh Heis Rumengan, ibu Rino.
“Dari keterangan saksi, yakni Pak Fentje yang tidak lain adalah ayah dari korban RK (Rino), bahwa ia sempat melihat anaknya berbicara dengan perempuan MK (Meifa) di dekat tower sutet,” katanya

Dirinya mengaku sempat menyuruh istrinya untuk memanggil anak mereka “Hanya saja, saat tiba di tower sutet, ibu korbam mendapati anaknya bersama dengan perempuan MK (Meifa) sudah meninggal karena gantung diri,” jelas Kapolsek.

Kasat Intelkam Polres Minsel, AKP Karel Tangay, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada kedua pihak keluarga almarhum untuk dilakukan proses otopsi namun ditolak.

“Keluarga korban gantung diri menyatakan menerima peristiwa duka ini dan menolak untuk dilakukan proses otopsi,” jelasnya

Berdasarkan informasi, motif kasus diketahui bahwa kedua korban menjalin asmara terlarang karena masih ada ikatan darah, hingga pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.(dav)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*