Kamis, 17 Oktober 2019

Rawan Gempa Dan Tsunami, Manado Hanya Memiliki Satu Sirene

manadomanadoterkini.com, MANADO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengelola 52 unit sirene di wilayah yang rawan bencana tsunami di seluruh Indoesia, salah satu adalah Provinsi Sulawesi Utara.

Sirene tersebut merupakan salah satu perangkat pendukung dalam peringatan dini datangnya tsunami di suatu daerah.

Kepala Seksi Data Dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Winangun Manado Edward Mengko mengatakan kesiapsiagaan terhadap bencana memerlukan kepedulian, pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana, yaitu upaya untuk mengurangi risiko bencana, melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

“Peringatan dini terbaik adalah diri sendiri. Jika dekat dengan pantai dan terjadi gempa besar, segera lari menjauhi pantai menuju tempat yang tinggi. Tidak perlu menunggu sirene tsunami berbunyi baru berlari karena bisa jadi banyak kendala saat di lapangan,” jelas Edward saat menghadiri pertemuan bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyrakat (FKDM) di Griya Peninsula Hotel kemarin (18/10) siang.

Disampaikannya, Sirene atau remote terminal unit (RTU) di Sulawesi Utara hanya ada 2 unit yaitu dikota Bitung dan satunya di kota Manado.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memasang sirene tsunami ini, tidak harus mengharapkan BMKG, dengan solusi melibatkan para pemilik pengusaha yang berlokasi di daerah pesisir,” Imbuhnya.

Kembali dijelaskannya, sirene ini hanya memiliki daya jangkau hingga satu kilometer setiap kali mendeteksi kejadian bencana alam seperti tsunami sehingga apabila terjadi bencana beberapa wilayah tidak mengetahui adanya peringatan tsunami, katanya.

Untuk diketahui, lokasi sirene deteksi tsunami kota Manado berada di kantor BPBD Provinsi yang berada di jalan Bethesda Sario. (angky)

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*