Kesbangpol Provinsi dan FKUB Sulut Dukung Kebijakan OD-SK Dalam Penanganan COVID-19 Di SULUT

Kesbangpol Provinsi dan FKUB Sulut Dukung Kebijakan OD-SK Dalam Penanganan COVID-19 Di SULUT

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Upaya penanganan Covid-19 dalam kebijakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK) patut didukung oleh seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Utara, tak terkecuali para Tokoh-Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda.

Hal itu disampaikan Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Utara Pdt Lucky Rumopa MTh pada rapat terbatas bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Utara di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulut.

Hal ini menjadi penting dan strategis karena peran Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda diyakini mampu berkolaborasi bersama pemerintah setempat mulai dari desa sampai kabupaten/kota.

Rumopa menambahkan apa yang dilakukan oleh OD-SK sujujurnya sudah sangat baik.

“Fakta sejak tahun lalu penanganan dan pengendalian Covid-19 dapat dibilang sangat sukses, mengapa? semua begitu sigap dan partisipasi masyarakat sangat tinggi, begitu juga tingkat kepedulian, sekalipun di Kota Manado banyak bencana banjir, saling peduli yang digerakkan Tokoh Agama sangat nampak dan budaya mapalus sangat terlihat,” ujar Rumopa.

Hal ini terjadi karena contoh dan teladan melalui kebijakan OD-SK dalam memberi bantuan melalui rumah-rumah ibadah dengan melibatkan tokoh agama berlangsung sukses dan mendapat dukungan jemaat/jamaah atau masyarakat umum.

Dan ini menjadi perhatian Nasional, tambah Rumopa, pasalnya karena Sulut menjadi satu-satunya Provinsi di Indonesia yang memberi bantuan melalui rumah ibadah. Ini membuktikan kepemimpinan kolaboratif OD-SK mendapat pujian dan dukungan masyarakat dan pemerintah pusat.

“Untuk itu hari ini kami berkumpul di Badan Kesatuan Bangsa mengadakan Rapat Terbatas dan Zoom Meeting dengan Jajaran FKUB untuk kita bergerak lagi, sambil memberi kajian strategis kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Karena langkah strategis satu bulan kedepan menentukan Sulut akan keluar dari ancaman penyebaran COVID-19 atau tidak. Artinya pengendalian dan penanganan harus benar-benar memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat Sulut tetapi juga kepemimpinan kolaboratif dan sinergitas harus benar-benar dapat diwujudkan,” jelasnya.

Hal Senada Diungkapkan Sekretaris FKUB SULUT Pdt Haezar Sumual M. Div. Menurut Sumual sudah saatnya kita mendukung kebijakan PPKM ketat oleh Pemprov Sulut karena ancaman penyebaran COVID-19 sudah mendarat sampai pelosok desa.

“Bahkan angka wabah ini naik secara signifikan, disatu sisi dan disisi lain pelayanan beberapa rumah sakit membawa preseden buruk bagi warga masyarakat,” tegas Sumual.

KINERJA PELAYANAN RUMAH SAKIT JADI SOROTAN

Lanjut Sumual, masalah obat, kesejahteraan para medis, dokter dan pegawai rumah sakit harus mendapat perhatian lebih. Begitu juga SOP penangan COVID-19 khusus di RS Kandouw harus terbuka kepada masyarakat.

“Dan jangan sekali-kali ada pembiaran terhadap warga masyarakat; management RS Kandouw harus bertanggung jawab, jangan ada keterlambatan pembayaran tunjangan kesejahteraan Nakes, mengakibatkan pelayanan menjadi buruk.”

“Jujur ada fakta yang viral secara Nasional kasus RS Kandouw yang mengoyakkan martabat pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara dan terkesan kita tidak manusiawi,” jelasnya.

Semangat Si Tou Tumou Tou harus nampak, begitu juga peran Ombudsman , harus nampak, jangan tunggu laporan Formal tapi ikut kawal pelayanan Seluruh rumah sakit.

Hal yang sama diungkapkan Ketua MUI Sulut KH. Abdul Wahab Abdul Gafur .Lc, bahwa pola kerja keras OD-SK sudah sangat baik namun perlu sinergitas dan kepemimpinan kolaboratif harus menjadi acuan aparat ditingkat menengah dan bawah. Karena tanpa dukungan signifikan maka semua akan sia-sia.

“Gerakan melalui FKUB bersama Kemenag RI dan Kesbangpol Sulut patut di contoh, menghadirkan pak Gubernur dan Pak Wagub serta para Tokoh Agama berdoa bersama akhir-akhir ini menjadi perhatian seluruh warga masyarakat Sulut, serta kerja nyata OD-SK memperkuat rumah sakit yang ada di kabupaten/kota mendapat acungan jempol para Tokoh Agama,” jelas Abdul.

Apresiasi juga diberikan kepada OD-SK karena meminta Menteri Perhubungan RI dan PT PELNI mengunakan kapal laut di Bitung menjadi rumah sakit terapung untuk pasien Covid-19.

Langkah strategis OD-SK sangat terasa , begitu juga dibidang ekonomi, daya beli masyarakat dan petani cukup kuat bahkan pertumbuhan ekonomi sangat signifikan.

“Artinya Sulut berpeluang keluar dari masa pandemi ini. Namun tantangan kedepan adalah kita harus patuh kepada arahan Pemerintah khususnya PPKM.”

“Begitu juga bantuan Pemerintah harus dikawal ketat agar dampak ekonomi masyarakat dimasa pandemi dapat diatasi dengan baik.

Sementara itu Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Sulut Evans Steven Liow menuturkan bahwa kerja nyata OD-SK harus dikawal bahkan didukung

“Cegah dini dan tangkal dini harus menjadi Motivasi kita bersama dalam penanganan dan pengendaliana COVID-19. Masyarakat harus mendukung Satgas COVID-19 termasuk ikut serta mensosialisasikan terus vaksinasi massal,” jelas Liow.

Liow mengharapkan agar target OD-SK 88% vaksinasi dapat dicapai sampai akhir September Se-Sulawesi Utara dapat dicapai.

Untuk itu para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, diajak gotong-royong/mapalus dalam penanganan dan pengendalian COVID-19 ujarnya.

Rapat tersebut diakhiri dengan pemilihan dan penetapan kembali Pdt. Lucky Rumopa, MTh untuk memimpin FKUB Sulawesi Utara Periode 2021-2026. (*/Rizath)

Anda mungkin juga berminat
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.