BPJN Regional XV Gerak Cepat Tangani Bencana Sulut

BPJN
Kepala BPJN SulutGo Regional XV Ir Atyanto Busono MT

manadoterkini.com, SULUT – Bencana alam yang melanda Bumi Nyiur Melambai (Sulawesi Utara) membuat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Regional XV Sulawesi Utara-Gorontalo (SulutGo) bergerak cepat.

Kepala BPJN SulutGo Regional XV Ir Atyanto Busono MT mengatakan harus menjadi pelajaran bagi warga. “Bencana yang terjadi di Sulawesi Utara harus membuat kita lebih berbenah dan belajar dari apa yang terjadi. Karena bencana yang di Sulut tidak separah yang terjadi di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Lampung. Dimana ada empat jembatan yang rusak parah,” kata Busono saat memantau langsung kelokasi bencana dibeberapa kabupaten / kota di Sulut seperti Manado, Bitung, Tomohon, Tondano, Amurang, Mitra dan lainnya.

Lanjut Atyanto Busono, untuk jembatan Tinoor di wilayah Kota Tomohon kerusakannya cukup parah namun masih bisa terkontrol. “Kedepan akan diprioritaskan mengantisipasi longsor di jembatan Tinoor karena memiliki areal kerawanan yakni dikelilingi bebatuan. Kita upayakan Tahun ini akan dibuat manajemen untuk memperbaiki lereng tersebut. Begitu pun dengan tempat lainnya,” ungkap Atyanto Busono kepada manadoterkini.com di ruang kerjanya.

Busono berterima kasih kepada wartawan yang memberikan informasi cepat baik melalui media online, via telepon, WA, SMS, sehingga pihaknya bergerak cepat menangani masalah yang ada. (Jef)

Busono: Instruksi Presiden, Jalan Tol Manado – Bitung Prioritas

 

BPJNmanadoterkini.com, SULUT – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XV Wilayah Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) menerangkan anggaran infrastruktur untuk Tahun 2017 belum bisa memuaskan semua pihak.

Diutarakan Kepala BPJN XV SulutGo Ir Atyanto Busono MT, hal ini dikarenakan anggarannya akan diprioritaskan untuk pembangunan jalan tol Manado-Bitung.

“Kami (BPJN SulutGo,red) mengungkapkan kepada masyarakat bahwa dana Tahun ini belum akan memuaskan semua pihak karena akan diprioritaskan pada jalan strategis yakni Tol,” terangnya sembari menambahkan ini sudah diinstruksikan Presiden bahwa akhir 2018 selesai.

Atyanto menambahkan, karena pembangunan tol tersebut penting dan berkaitan erat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Dimana ini juga merupakan harapan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.

“Sehingga jalan tol menjadi prioritas kami,” jelasnya seraya menuturkan untuk Kabupaten/Kota (Kab/Kota) di Sulut, minimal dilakukan pemeliharaan jalan mencegah kerusakan.

Selain itu, kami memprioritaskan program Nawa Cita dalam membangun daerah pinggiran.

“Karena ini sudah merupakan instruksi Pak Presiden dalam membangun jalan-jalan di Daerah perbatasan,” ucap Dia seraya membeberkan Tahun 2018 pihaknya akan membangun infrastruktur seperti di Miangas (Talaud), dan Kepulauan Sangihe. (Jef)

Diskriminasi Kontraktor Lokal BPJN Regional XI Didemo

BPJN
Balai jalan ketika didemo

MTerkini.com, AIRMADIDI – Diduga karena sejumlah mega proyek yang tengah bergulir di Sulawesi Utara (Sulut) dimenangkan kontraktor di luar Sulut, Federasi Buruh Indonesia(FBI) turun demo di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Regional XI Sulutenggo, yang lokasi kantornya berada di Suwaan Kabupaten Minut.

Korlap aksi Ali Lesar, dalam orasinya mengungkapkan tidak satupun kontraktor maupun konsultan lokal yang kebagian mega proyek, dan diskriminasi BPJN terhadap kontraktor lokal itu terlihat lewat proses lelang.

“Jelas ini sangat merugikan daerah, dan juga berdampak bagi tenaga kerja lokal. Kami menduga ada kong kalikong antara oknum BPJN dengan kontraktor luar,” ujarnya, saat demo Senin (21/3/2016).

Sementara itu, Kepala Tata Usaha (KTU) Johanes Robby Waani, mewakili kepala BPJN XI, yang menerima pendemo, berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan pendemo.

“Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada kepala BPJN, karena saat ini beliau tidak berada di tempat. Dan lebih lanjut akan dikomunikasikan ke level atas, guna mencari solusi terbaik soal terkait persoalan ini,” tandasnya.(pow)