Ground Breaking RSUD Manado, GSVL : Ini sejarah dalam pelayanan kesehatan

GSVL
Sambutan dan arahan Walikota Manado GS Vicky Lumentut di acara Ground Breaking RSUD Manado

RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Manado yang sudah lama dinantikan warga akhirnya segera terwujud, seiring diletakkannya batu pertama pembangunan rumah sakit yang berlokasi di Ringroad I, Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, Jumat (14/02/2020).

Peletakan batu pertama atau ground breaking masing-masing antara lain oleh Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL), Ketua TP-PKK Manado Prof DR Julyeta PA Runtuwene, Wakil Walikota Manado Mor D Bastiaan SE, Sekda Kota Manado Micler CS Lakat SH MH, hingga Direktur Utama RSUD Manado Drg Sanil Marentek.

GSVL
Walikota GS Vicky Lumentut bersiap meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakita Umum Daerah Kota Manado

Groundbreaking ini merupakan awal pembangunan struktur RSUD yang akan menjadi sejarah berdirinya RSUD Kota Manado, dengan rencana pembangunan 7 lantai. Groundbreaking diawali dengan ibadah yang dilayani Hamba Tuhan, Pdt Roy Lengkong STh.

Walikota GSVL dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih sehingga boleh menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan RSUD Kota Manado.

“Puji Tuhan, agenda kita saat ini boleh berjalan dengan baik, diawali dengan doa dan ibadah, maka juga diakhiri dengan doa dan ibadah. Kata kunci keberhasilan kegiatan pembangunan adalah kerjasama, koordinasi dan komunikasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ini,” ujar Walikota GSVL.

GSVL
Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Wakil Walikota Mor D Bastiaan, Sekda Micler CS Lakat dan jajaran dalam persiapan groundbreaking RSUD Manado.

Ia berujar bahwa pembangunan RSUD Kota Manado ini merupakan yang pertama di Kota Manado dan merupakan cacatan sejarah karena menghadirkan RSUD untuk memberikan pelayanan kesehatan baik dan cepat bagi masyarakat.

“Sebuah cacatan sejarah, pembangunan RSUD, yang pertama di Kota Manado dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan,” ucap Ketua Dewan Pengawas APEKSI ini.

Sementara itu terkait target pembangunan, GSVL memastikan akan selesai Desember 2020. “Kita akan menunggu alat yang akan ditempatkan, sehingga di awal tahun 2021 kita harapkan sudah dimanfaatkan,” tandasnya.

Akan dilengkapi dengan rumah duka

Kedepan, kelak bangunan sudah jadi maka RSUD ini akan dilengkapi dengan Rumah Duka, dengan biaya gratis.GSVL

“Kita mau membangun rumah duka di sini. Sehingga kalau ada keluarga yang berduka dan tidak sempat ke rumah pribadi, bisa memanfaatkan rumah duka yang ada untuk proses-proses menuju ke pemakaman,” ujar Walikota Manado dua periode ini.

Walikota GSVL memastikan, meski rumah sakit tersebut Tipe C, namun pelayanannya akan lebih baik, termasuk ketersediaan kamar jenazah.gsvl

Hal serupa dikatakan Direktur Utama RSUD Drg Sanil Marentek yang mengatakan, jika nanti beroperasi rumah sakit Tipe C ini kualitasnya setara Tipe A.

“RSUD Manado akan menjadi percontohan di Indonesia Timur dengan fasilitas lengkap ditunjang peralatan canggih,” kata Marentek.

Dilengkapi shopping center, gym hingga cafetaria

GSVL
Walikota GS Vicky Lumentut menerangkan sejumlah fasilitas penunjang dalam pembangunan RSUD Manado

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Ivan Sumenda Marthen dalam laporannya menyebut, pembangunan gedung RSUD berbanderol Rp89,5 Milyar, dana pinjaman dari PT SMI, dengan lama.

“RSUD ini akan dilengkapi fasilitas instalasi gawat darurat dan shopping center di lantai satu. Lantai dua ada poliklinik bedah dan penyakit dalam serta lantai tiga rehab medik dan fisioterapi aktif (gym). Ruang operasi umum dan lab bank darah di lantai empat serta ruang rawat ibu dan anak, rawat inap hingga cafeteria di lantai paling atas,” ujarnya.

Infrastruktur penunjang lainnya, lanjut Marthen, akan disediakan ruang tunggu keluarga pasien dan kos tenaga medis serta rumah duka untuk persemayaman warga yang meninggal.

GSVL
foto bersama di lokasi pembangunan RSUD Manado

Hadir dalam groundbreaking RSUD ini, antara lain Kadis Kesehatan dr Ivan Marthen dan jajaran, Direksi RSUD Kota Manado, hingga para pejabat Pemerintah Kota Manado.

(LIPUTAN KHUSUS)

Walikota GSVL Pastikan Soft Opening RSUD Manado

manadoterkini.com, MANADO – Soft opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Manado dalam waktu dekat segera dilaksanakan. Walikota GS Vicky Lumentut yang meninjau kelanjutan pembangunan RSUD Manado langsung menindaklanjuti dengan melakukan rapat bersama instansi teknis, di bilangan Tingkulu Kecamatan Wanea, Jumat (8/2/2019).

manado
Walikota GS Vicky Lumentut saat memantau langsung RSUD Manado didampingi instansi teknis

Dalam rapat yang dipimpin langsung Walikota GSVL memastikan rencana Soft Opening RSUD Manado, sekaligus membuka beberapa pelayanan kesehatan, khususnya penggunaan Poli Mulut dan Gigi.

manado
Rapat tindaklanjut soft opening RSUD Manado dpimpin langsung Walikota GS Vicky Lumentut

“Kami memastikan agar Soft Opening ini berjalan lancar sehingga pembangunan gedung RSUD Manado tahap kedua semoga segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Kota Manado,” ujar Walikota GSVL yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Mikler Lakat SH MH.(mlz)

Bart Assa : Pembangunan RSUD Ditargetkan Selesai Tahun 2018

manadomanadoterkini.com, MANADO – Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Manado Peter Karl Bart Assa ST MSi PhD, mengatakan, Pemkot Manado menargetkan pembangunan RSUD tuntas pada tahun ini. Akan tetapi, masih terkendala pada pendanaan, jadi masih butuh pinjaman.

Lanjut dikatakannya, target ini bisa tercapai jika usulan pinjaman ke PT SMI lolos. Pembangunan RSUD ini memang menjadi prioritas Pemkot Manado di tahun 2018, namun program lainnya, seperti jalan juga tak bisa dikesampingkan.

“Sambil menunggu terealisasinya pinjaman tersebut dari PT SMI, Sekarang kita akan mulai lanjutkan lagi tahap selanjutnya Rp 6 miliar yang sudah tertata di APBD Manado 2018,” pungkas Doktor lulusan universitas di Jepang ini. (***)

Pemkot Manado Dirikan RSUD God Bless, Ini Cerita Kadis PUPR Hingga Berguru ke 3 Negara

manadoterkini.com, MANADO – Awal pembangunannya sempat menjadi polemik saat lokasi pembangunannya dipindahkan ke lokasi sekarang, di jalan ringroad Manado. Namun, berbagai kritikan bahkan hingga tuduhan korupsi tak menyurutkan langkah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kota Manado, Peter Karl Bart Assa, ST, M.Sc, Phd untuk bisa menghasilkan bangunan rumah sakit milik Pemerintah Kota Manado yang berkwalitas internasional.

manado
Nampak penyelesaian rumah sakit daerah Gadbless di ringroad yang sementara dalam penyelesaian

Kadis PUPR Kota Manado, yang beberapa waktu lalu sempat diisukan akan direbut seorang Kepala daerah di Sulawesi Utara untuk dijadikan Sekretaris Daerah ini pun terus berupaya keras mewujudkan janji politik Wali Kota Manado, GS. Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota, Mor D. Bastiaan saat kampanye Pilkada lalu.

Nantinya, kata mantan Kaban Bappeda dan Kadis Pariwisata ini menuturkan rumah sakit ini tidak hanya sebagai fasilitas kesehatan.

“RSUD ini tipe C dan awalnya kita jadikan Poliklinik dengan 190 tempat tidur. Dari lantai dua ini, nanti selanjutnya lantai 3 dan 4, kita bisa saksikan pemandangan alam kota Manado yang luar biasa indahnya,” jelas Assa bersemangat saat berada dilantai 2 RSUD Manado, Kamis (16/11/2017) pekan lalu.

Assa pun menjelaskan dengan detail keunggulan RSUD berbandrol Rp 105 miliar ini. “RSUD ini akan dilengkapi dengan gedung PMI, yang posisinya diseberang jalan, dan nanti akan dihubungkan dengan jembatan. Sehingga saat membutuhkan darah, keluarga pasien tak perlu lagi bersusah payah untuk turun, cukup menyeberang lewat jembatan penghubung. Rusunawa di depannya akan menjadi asrama perawat dan dokter,” terang Assa saat menjelaskan fasilitas RSUD yang didirikan diatas lahan 4 Ha ini.

manado
Pemandangan dari atas bangunan rumah sakit daerah Godbless

Tak hanya itu, RSUD yang akan dinamai God Bless Hospital Manado ini pun akan memiliki fasilitas paviliun untuk pasien manula. “Dibelakang kantor dinas PUPR itu nantinya akan menjadi paviliun bagi para manula. Untuk kantor dinas PUPR sendiri akan dipindah ke Mapanget, karena kantor Walikota akan dipindah disana. Eks kantor dinas PUPR sendiri akan menjadi paviliun rawat inap, agar pasien manula tak bersusah payah naik ke lantai 2,” beber Assa.

Saat ditanya apa yang dilakukannya untuk bisa menghasilkan sebuah desain RSUD Manado, Assa mengaku sempat berkeliling ke 3 negara. “Saya mendesain sendiri bangunan RSUD ini. Sebelum mendesain, saya survey ke 3 negara, Amerika, Jepang dan Malaysia, yaitu di Penang. Untuk Penang, karakteristiknya sangat mirip dengan kota Manado,” jelas Assa seraya mengungkapkan untuk pembangunan tahap pertama ini menggunakan dana APBD Kota Manado sebesar Rp 15 miliar.

Assa juga membeberkan, RSUD milik Pemkot Kota Manado ini menggunakan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). “Dibawah ada sungai Mayondi, nantinya kita akan bangun IPAL. Agar limbah rumah sakit diolah dulu di IPAL sebelum di buang ke sungai Mayondi. Sebelum pembangunan RSUD, sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 05 tahun 2012, kita sudah lakukan UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan). Sudah ada juga Feasybility Studies (FS) dan Detail Engineering Design (DED),” kunci Assa sambil terus mewanti-wanti, pasien di RSUD ini nantinya akan bisa menyaksikan pemandangan eksotik Kota Manado.

Diketahui, RSUD ini awalnya lokasi akan di dirikan di Kecamatan Mapanget. Namun karena persyaratan lokasi terkait lebar akses jalan masuk tidak layak, hanya 4-6 meter, maka lokasinya di pindah ke lokasi sekarang. Ditambah lagi pihak Balai Palma juga akan menutup jalan akses menuju ke lokasi. Selain itu, dilokasi semula tidak terdaat saluran air.(*/red)

Pembangunan RSUD Manado, GSVL Ingatkan  Kontraktor dan Konsultan

manadoterkini.com, MANADO – Kehadiran RSUD Kota Manado di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, tepatnya di samping Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak hanya membantu masyarakat Kota Manado, namun sebagian masyarakat Kabupaten Minahasa. Demikian diungkapkan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut SH MSI DEA, Senin (22/5/2017).

GSVLUntuk itu dirinya berharap kepada pihak kontraktor dan konsultan,RS bisa melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan ikuti aturan main yang ada.

“Semoga proyek pembangunan RSUD ini mendatangkan tiga kesuksesan, yakni sukses administrasi, sukses pembangunan fisik dan sukses dalam pelayanan kesehatan ke masyarakat nantinya. Jadi saya minta, lakukan pekerjaan sebaik mungkin. Karena berkat tidak akan lari, jika kita melakukan dengan penuh tanggung-jawab guna menghindari dampak hukum dikemudian hari,” saran Walikota GSVL yang juga pernah menjabat Kadis PU di Kota Bitung tersebut.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Manado DR Peter KB Assa, dalam laporannya mengatakan pembangunan RSUD Kota Manado baru bisa terlaksana bulan Mei ini, karena berbagai kendala. Selain, pemindahan lokasi juga harus didukung dengan aturan yang ada.

Bart Assa“Pembangunan ini baru terlaksana pada bulan Mei ini, padahal rencana pembangunan ini sudah ada sejak lama. Bahkan, sudah masuk dalam RPJMD 2010-2015 dan RPJMD 2016-2021. Namun, harus melalui proses pengadaan tanah hingga proses pelelangan rumah sakit ini,” ujarnya.

Kehadiran RSUD Kota Manado merupakan harapan masyarakat. Karena, beberapa Kabupaten/Kota di Sulut telah memiliki RSUD sendiri. Diketahui kepedulian Pemkot Manado bagi peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat, sunggu luar biasa. Setelah program Universal Coverage (UC) diintegrasikan kedalam BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.(aldi)

Tahun 2017, RSUD Manado Selesai Dibangun

Bart Assa
Bart Assa

manadoterkini.com, MANADO – Desakan masyarakat agar pemerintah Kota manado segera membangun Rumah sakit Daerah nampaknya akan terealisasi.Sebab pemerintah Kota Manado melalu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah sakit tersebut.

”Lahannya sudah kami siapkan dan rencananya paling cepat November 2017 ini sudah selesai,” ungkap Kadis PUPR Bart Assa.

Di jelaskan, pembangunan Rumah Sakit Daerah bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat atas pelayanan kesehatan. ” Rumah Sakit Daerah di bangun untuk masyarakat yang memegang UC atau BPJS agar di rawat dengan baik dengan anggaran sebesar Rp 15 miliar,” ucap Assa.

Di tambahkan mantan Kepala Bapeda Kota Manado ini, Rumah sakit Pemkot Manado dibangun di Kelurahan Tingkulu Kecamatan Wanea. Tanah tersebut milik Pemkot Manado dengan luas 4 hektare, tapi awalnya dulu 1 hektar. “Awalnya terkendala lokasi dan akhirnya bisa ditentukan di Tingkulu berhadapan dengan Rusunawa dan di kawasan ring road,” tutup Assa.(mlz)