Jum'at, 15 Desember 2017

Jelang Rolling, Pejabat di Minsel Mulai Rajin Cari Muka

minsel tetty

Suasana penuh keakraban saat Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE diwawancarai wartawan pos Minsel usai pelantikan Kepsek SMP

manadoterkini.com, AMURANG – Perasaan Pejabat eselon II dan III yang ada dilingkup Pemkab Minahasa Selatan (Minsel) mulai tegang. Bahkan mereka mulai tegang dan dikabarkan sudah jarang tidur. Apalagi mereka yang menjabat Pelaksana Tugas (Plt). Malah belakangan berendus mereka mulai galau. Perasaan semacam itu adalah wajar dan biasa saja.

Pasalnya, para birokrat itu akan teruji kecakatannya dalam pelantikan pejabat stuktural hasil assesmen. Itu semua tergantung evaluasi hasil kerja selama dipercayakan jadi plt. Bisa saja dipromosikan. Tapi harus selalu siap apabila gigit jari lantaran tak lagi dipercayakan. “Prinsipnya semua harus siap,” kata Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE.

Kendati begitu Bupati yang populer dengan sederet prestasi membanggakan itu, menegaskan Plt bukan jaminan pejabat bisa kembali dipercayakan memegang jabatan yang sama. Apalagi bagi mereka yang dinilai kinerja ompong dan tidak menunjukan profesional. “Berdoa dan bekerja. Semua indah pada waktunya,” tukas bupati.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Minsel Drs Roy F Tiwa, ikut membenarkan pejabat struktural bakal di lantik. “Mereka yang Plt ada 13, dan menurut jadwal bisa pekan ini, paling lambat pekan depan. Tapi itu semua terpulang pada Bupati kapan saja bisa,” katanya.

Di sisi lain, ada fenomenan lasim yang mulai ditunjukan pejabat perangkat daerah. Segala upaya dan daya terus digalakan termasuk rajin setor muka. Itu semata-mata untuk memastikan apakah mereka akan dipromosikan atau bakal kembali dengan tangan hampa.

“Ya sudah pasti mereka semua (pejabat-red) dalam kondisi galau. Bisa saja hilang sukacita kalau bukan dilakukan roling malah dinonjobkan,” kata Sonny Nayoan SH warga Minsel.

Menurutnya sebagai seorang kepala daerah, Bupati Tetty sudah punya indikator tersendiri. Apalagi itu hak prorogatif eksekutif meskipun tetap mengacu pada hasil assesmen. Artinya dalam birokrasi itu biasa Reward dan panismen.

“Kalau pejabatnya punya kompotensi bagus, prestasi membanggakan tentu patut di reward. Begitu juga dengan pejabat malas, datang senin Kamis, tidak punya kemampuan. Bisanya cuma habisin anggaran. Program tidak terukur ya harus terima kenyataan kalau dinonjobkan,” tandasnya. Sambil menegaskan terpenting bergerak cepat dan bertindak tepat.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*