Olly Canangkan Ground Breaking Perluasan Bandara Sam Ratulangi

Sulutmanadoterkini.com,  SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melakukan peletakan batu pertama atau Ground Breaking proyek pengembangan atau perluaasan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Senin (9/3/2020).

Pengembangan bandara yang dikerjakan PT Adhi Karya ini ditargetkan selesai pada Oktober 2020 untuk mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, yaitu pengembangan KEK Likupang yang menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

“Saya optimis, PT Adhi Karya dapat  mempercepat pengerjaan perluasan terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ini, sebelum Oktober 2020,” kata Olly.

Lanjut Olly, bilamana perluasan bandara ini sudah selesai dibangun, justru akan semakin mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Sulut. Bahkan akan memberikan nilai tambah yang besar pada pertumbuhan ekonomi Sulut.

Dia mencontohkan bahwa sekalipun Sulut ikut terdampak arus kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya turis China akibat kasus virus corona, tapi kunjungan turis domestik masih tetap ada.

“Meskipun akibat Virus Corona, dan kunjungan turis China sudah kita hentikan sejak tanggal 21 Februari lalu, tetapi tingkat kunjungan ke Sulut, masih tetap bergairah. Hanya sekian persen saja berkurang,” tandas Olly.

Adapun proyek pengembangan yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya ini akan meningkatkan kapasitas terminal Bandara Sam Ratulangi dari 2,7 juta penumpang di atas lahan seluas 26.481 meter persegi menjadi 5,7 juta penumpang pertahun di atas lahan seluas 57.296 meter persegi.

Pada 2019, Bandara Sam Ratulangi Manado telah melayani 2,2 juta penumpang, dengan 22,7 ribu pergerakan pesawat dan 13,6 ribu ton kargo.

Bandara ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari penambahan fix bridge yang semula 3 unit menjadi 5 unit.

Kemudian konter check-in akan bertambah dari 30 unit menjadi 45 unit.

Sementara untuk area parkir yang semula dapat menampung 350 kendaraan roda empat nantinya dapat menampung hingga 650 kendaraan. Untuk roda dua yang semula dapat menampung 734 unit menjadi 760 unit.

Secara umum, desain terminal Bandara Sam Ratulangi Manado mengombinasikan konsep tradisional dan modern.

Sentuhan tradisional berupa motif batik Tarawesan Pareday yang tercipta dalam bentuk geometris (pakarisan) yang menyerupai sebuah perulangan garis sebagai representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia yang hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah.

Sisi modern akan tampak pada fasilitas-fasilitas terminal yang berstandar internasional.

Dalam Ground Breaking nampak hadir Sekdaprov Edwin Silangen, Direktur Teknik PT Angkasa Pura I (Persero), GM PT AP I Bandara Sam Ratulangi, dan jajaran PT Adhi Karya (Persero) Tbk selaku pelaksana proyek. (*/Rizath)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan