Senin, 23 April 2018

Meydi Kumaseh Resmi Nahkodai HNSI Minut

 

minutmanadoterkini.com, AIRMADIDI-Meydi Reppi Kumaseh secara resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Jumat (9/2/2018) pekan lalu, di Balai Pertemuan Umum Desa Kaima Kecamatan Kauditan.

“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat nelayan dan pengurus DPD HNSI Sulut, sehingga Saya terpilih sebagai Ketua DPC HNSI Minut, melalui proses musyawarah cabang (Muscab), yang digelar bulan Agustus 2017 lalu. Dapat Saya laporkan, bahwa setelah Saya terpilih, Saya telah turun dan langsung tatap muka dengan masyarakat nelayan di Desa Kema 3 dan Makalisung, guna mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi mereka terkait apa yang harus kami lakukan dan apa yang bisa kami bantu untuk kesejahteraan masyarakat nelayan yang ada di seluruh pesisir pantai di Minut ini,” ungkap Kumaseh.

Lanjutnya, disamping bertatap muka dan mendengar keluhan masyarakat nelayan, dirinya juga menjaring warga nelayan, yang layak masuk dalam struktur pengurus. Dan, penjaringan dilakukannya bukan asal-asalan saja, namun benar-benar memilih orang-orang yang mau bekerja untuk kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Minut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Minut Ir Sadrak Tairas, mewakili Pemkab Minut dalam sambutannya menjelaskan bahwa, yang memimpin nelayan bukan hanya yang tinggal di pesisir pantai saja. Karena, di wilayah daratan juga ada pembudi daya ikan air tawar.

“Banyak yang bertanya, kok kenapa yang menjadi ketua nelayan orang yang tinggal di wilayah daratan yang tidak ada sangkut pautnya dengan nelayan. Saya jelaskan, bahwa selain nelayan ada juga profesi pembudi daya ikan air tawar. Dan perlu Saya jelaskan lagi jumlah nelayan sesuai data yang ada di DKP itu sebanyak 13800 orang, namun berbeda dengan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dimana sesuai kepengurusan KTP ada 5047 orang nelayan, ini yang menjadi perhatian kami dan juga ini menjadi tugas HNSI Minut yang baru dilantik, untuk melakukan pendataan ulang agar ketika penerimaan bantuan betul-betul tepat sasaran,” kata Tairas.

Dilain pihak, Ketua DPD HNSI Sulut Ben Awoah SPd mengatakan, yang wajar menerima adalah mereka para nelayan yang memiliki KTP dengan status profesi sebagai nelayan.

“HNSI adalah organisasi independen, pembawa suara nelayan dan menjadi wadah nelayan berlindung. Seperti yang dikatakan Pak Kadis memang ada beberapa kriteria nelayan, masing-masing nelayan sampingan, sambilan dan nelayan utama, dan nelayan pada umumnya siapa saja yang berkecimpung dalam pembudi daya ikan, yang melakukan usaha dan penangkapan ikan. Saya juga mengingatkan, bahwa HNSI memprioritaskan warga yang memiliki KTP dengan profesi sebagai nelayan, terutama untuk asuransi nelayan,” tegas Awoah.

Usai sambutan Ketua DPD HNSI Sulut Ben Awoah SPd, melantik Meydi Reppi Kumaseh sebagai Ketua DPC HNSI Minut, serta pengurus periode 2017-2022. Pelantikan tersebut disaksikan oleh Kepala DKP Minut Sadrak Tairas dan Camat Kauditan Marto Rasubala, serta masyarakat nelayan.(Pow)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*