Wabup Minsel dan Kepala Dikda Provinsi Sulut Tinjau UNBK dan UNKP SMA di Minsel

AGK-Wongkar
Kadis Pendidikan Provinsi Sulut Gemmy Kawatu dan Wakil Bupati Franky Wongkar meninjau pelaksanaan UNBK di Minsel

manadoterkini.com, AMURANG-Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Wakil Bupati (Wabup) Minsel Franky Donny Wongkar SH melakukan Monitoring di sejumlah SMA yang ada di Minsel pada Selasa (11/4) pagi tadi.

Saat monitoring pelaksanaan Ujian Nasional Pensil dan Kertas (UNPK) dan Ujian Nasionl Berbasis Komputer (UNBK) di sejumlah SMA di Minsel Wabup Minsel didampingi Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Asiano Gammy Kawatu SE MSi, dan Kepala Cabang Dikda Minsel – Mitra Edward Mpd serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Minsel DR Fietber Raco SPd MSi.AGK dan Wongkar

Usai meninjau Pelaksanan UNBK dan UNKP Wabup Minsel Kepala Dikda Provinsi Sulut melkukan pertemuan di ruang kerja Wabup Minsel.(dav)

Kawatu: Dikda Sulut Targetkan 185 Sekolah Dapat Melaksanakan UNBK

dikda sulut
Rapat kerja komisi IV DPRD Sulut dengan Dinas Dikda Sulut.

manadoterkini.com, SULUT – Komisi IV DPRD Sulut melaksanakan rapat kerja dengan semua SKPD terkait. Salah satunya adalah Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam rapat kerja tersebut terungkap bahwa Dikda Sulut menargetkan pada tahun ini, 185 SMA/SMK dan SMP di Provinsi Sulawesi Utara akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer di awal bulan April 2017.

Kepala Dinas (Kadis) Dikda Sulut Asiano Gemmy Kawatu mengatakan sekolah yang melaksanakan UNBK di Sulut mengalami peningkatan yang signifikan.

“Sejak 2015 di ikuti sebanyak 2 Sekolah, pada tahun 2016 sudah di ikuti sebanyak 19 sekolah, dan untuk tahun 2017 ini kami berharap sebanyak 185 sekolah yang dapat melaksanakan UNBK,” kata Kawatu.

Kawatu juga mengharapkan pelaksanaan kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik dan lancar karena di dalamnya ada 31 ribu.

“Siswa yang akan ikut UNBK juga diharapkan pengawasan yang ketat sehingga tidak ada lagi bocoran-bocoran soal,” pungkas Kawatu.(Jef )

Kawatu : AFI di Manado Akan Memberi Kujutan Kepada Masyarakat Sulut

 

manadoterkini.com, SULUT – Pasti dengan diselenggarakannya Apresiasi Film Indonesia (AFI) di Kota Manado, akan memberi surprise (Kejutan) kepada masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya dalam sejarah, hal ini baru pertama kali dilaksanakan di Sulut. Hal tersebut dikatakan Kepala Di

kawatu
Kadis Pendidikan Sulut Gemmydi Kawatu

nas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut Asiano G Kawatu SE MSi yang juga selaku Sekretaris Panitia Lokal AFI.

“Dalam sejarah, ini baru pertama kali dilaksanakan di Sulawesi Utara, apalagi ratusan artis ibukota akan berkumpul di Bumi Nyiur Melambai, ” ujarnya sembari mengatakan masyarakat pun bisa bertemu langsung dengan artis nasional.

Kawatu pun menjelaskan, untuk rundown acaranya sudah ada namun, disesuaikan dengan kebijakan panitia pusat, yakni tanggal 7 Oktober hari ini dilaksanakan pawai sekitar 30-40 artis ibukota, yang juga didampingi Nyong Noni Sulut dan artis lokal. Pawai ini akan dimulai di Jembatan Soekarno dan finish di Marina Plaza.

“Pawai memakan waktu 1,5 jam. Setelah itu para artis akan konferensi pers dengan para wartawan, ” tandasnya.

Selanjutnya, pada 8 Oktober 2016 pagi pukul 09.00 Wita, para artis akan mengunjungi SMA N 1 Manado dan SMK N 1 Manado. Setelah dari situ, akan ada meet and greet di Mantos, sebagai pusat kegiatan outdoor AFI.

“Masyarakat bisa bertemu langsung dengan para artis di Mantos. Sangat menarik, akan ada lorong waktu tentang film Indonesia. Di Mantos sampai siang, ” tuturnya.

Setelah itu para artis kembali ke hotel untuk persiapan puncak acara. Malam puncak akan disiarkan langsung di TV Nasional, juga dari Malaysia dan Singapura. Akan dihadiri Mendiknas, Gubernur Sulut, Bupati dan Wali Kota se-Sulut dan Menteri Puan Maharani.

“Pada 9 Oktober pagi, para artis akan ke Bunaken hingga pukul 12 siang. Lalu diundang pak Wenny Lumentut ke Bukit Tetempangan. Lalu mereka belanja belanja dan jam 8 malam kembali ke Jakarta, ” ungkapnya.

Diketahui artis yang akan datang yakni, Rima Melati, Nini Eklaron, Marimo Sadri, Fauzi Badila, Kinaryosih, Steven Wiliam, Ruth Sahanaya, Gio Idol, Mongol Stress dan masih banyak lagi artis yang lainnya.(alfa)

Tahun 2016, Boltim Tidak Mengirim Utusan Calon Paskibraka Sulut

 

diknas sulutmanadoterkini.com, SULUT – Dari 15 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara (Sulut) hanya Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang Tahun 2016 tidak mengirim utusannya. Hal ini disampaikan Kadis Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulut Asiano G Kawatu SE MSi, pada laporannya saat pengukuhan Paskibraka Sulut, di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Senin (15/08/2016).

“Sejak pelaksanaan seleksi calon Paskibraka pada Bulan Mei sampai pada pelaksanaan pemantapan calon paskibraka Sulut, Boltim tidak mengirimkan peserta, sehingga diganti oleh peserta utusan dari Kabupaten/Kota terdekat yaitu Minut dan Manado, ” ungkap Kawatu.

Sementara untuk anggota Paskibraka berjumlah 30 orang dengan rincian, Minut, 2 putra 1 putri, Manado, 1 putra 2 putri, sementara Talaud, Sangihe, Sitaro, Minahasa, Minsel, Mitra, Bolmong, Bolmut, Bolsel, Bitung Kotamobagu dan Tomohon mengirimkan masing-masing 1 putra dan 1 putri.

Dia menjelaskan, anggota Paskibraka ini akan bertugas pada Upacara Penaikan dan Penurunan Bendera peringatan ke-71 hari Proklamasi Kemerdekaan RI pada Tanggal 17 Agustus 2016, dihalaman kantor Gubernur Sulut.

Turut hadir Unsur Forkompimda Sulut, Sekprov Ir Siswa R Mokodongan, Pejabat Eselon II lingkup Pemprov, Pembina/Pelatih serta orang tua Paskibraka.(alfa)

Kawatu : Paud adalah Upaya Peningkatan Pengembangan Kemampuan Anak dan Merupakan Kebijakan Nasional

manadoterkini.com, SULUT – Pendidikan anak usia Dini (Paud) merupakan upaya meningkatkan, mengembangkan mutu serta upaya merangsang kemampuan anak usia dini, diingat pada masa inilah manusia dibentuk. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Asiano Gammy Kawatu SE MSi, usai pelantikan Ibu Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan sebagai Bunda Paud Provinsi Sulut, di Graha Gubernuran, Bumi Beringin, Kamis (02/06/2016).

Kawatu mengatakan, ini merupakan kebijakan nasional, secara struktural Bunda Paud dimulai dari Pusat yakni Ibu Presiden, Ibu Gubernur, Ibu Bupati dan Ibu Walikota, Ibu Camat sampai Ibu lurah dan Ibu Kepala Desa semuanya adalah bunda bunda Paud.

“Karena itu, Ibu Gubernur yang juga selaku Bunda Paud, sudah menyampaikan kedepan secepatnya semua potensi dalam rangka mengembangkan anak usia dini ini, termasuk di kabupaten kota akan di konsolidasi, karena mereka bisa membantu secara dana untuk guru guru yang ada di Paud, ” tandas Kawatu.

Ada 2000 Paud , dan kurang lebih 80.000 anak anak yang bersekolah di Paud.
Karena itu, tadi juga sudah dilantik badan Akreditasi Provinsi untuk paud dan pendidikan non formal (PNF).

Dia juga menuturkan bahwa kegiatan seperti ini pertama kalinya dilaksanakan di Sulut. Kegiatan hari ini dalam rangka merangsang kemampuan anak anak, namun perlu diingat Paud masuk dalam kelompok bermain, tapi jangan lupa 60% manusia itu dibentuk pada saat diusia dini.

“Kegiatan sebagai wadah mengekspresikan kemampuan mereka, seperti menggambar , menulis, membaca, puisi, dalam tari tarian dan lainnya,” ujarnya sembari mengatakan kegiatan seperti ini direnncanakan 2 kali dalam setahun.

Disinggung soal standarisasi Paud, Dia menyampaikan, nantinya ada standar sekolah paud, ada aturan aturannya.(alfa)

2017 Pengolahan Administrasi SMU Sederajat ke Provinsi Sulut

manado
Gemmy Kawatu

MTerkini.com, SULUT – Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, manajemen pengelolaan SMA, SMK, Madrasah Aliyah, berpindah ke Pemerintah Provinsi.

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) Asiano Gammy Kawatu SE MSi kepada manadoterkini.com. “Jadi untuk pengolahan administrasinya ke Provinsi, sementara untuk pemberlakuannya mulai tahun depan, 2017, “ungkapnya.

Tambanya, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam pengelolaan berkordinasi dengan Provinsi. Disinggung soal gaji guru yang akan dibebankan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kawatu menjelaskan, akan diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) termasuk gaji, tunjangan, gaji 13, ATK, dan biaya pemeliharaan.

“DAU adalah dana yang dialokasikan kepada setiap Daerah Otonom.  DAU merupakan salah satu komponen belanja pada APBN, dan menjadi salah satu komponen pendapatan pada APBD,” pungkasnya.(alfa)

Kawatu Harap UN Jujur dan Berintegritas

manadoMTerkini.com, SULUT – Sekolah yang diharapkan dapat menjaga tingkat integritas dan kejujuran pada Ujian Nasional (UN) 4-7 April 2016. Penegasan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulut Asiano Gammy Kawatu SE MSi kepada manadoterkini.com, Minggu (03/04/2016).

“Penyelenggararaan UN yang paling utamanya Sekolah. Sekolah adalah garda integritas. Karena itu diharapkan Sekolah dapat menjaga tingkat integritasnya dan bahkan kejujuran,” tandasnya sembari mengatakan ini juga yang permintaan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dodokambey SE.

Kawatu mengatakan, total siswa yang bakal mengikuti UN yang akan dimulai besok yakni sebanyak 31.096 orang. Mengenai kesiapan, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara memastikan distribusi naskah soal Ujian Nasional (UN) ke 15 kabupaten dan kota di provinsi tersebut rampung.

Menyadari bahwa integritas merupakan fondasi untuk melahirkan generasi berkarakter, generasi yang percaya pada potensi dirinya. Kawatu meminta agar siswa dalam UN mengisi soal dengan jujur, hargai usahanya sendiri dalam meraih prestasi.

“Untuk UN 2016 ini, akan menerapkan UN berbasis Komputer,” ujar Kawatu.

Diketahui, berdasarkan data dinas pendidikan, rincian peserta UN SMA/SMK sederajat tahun ini terdiri atas 16.243 siswa dari 205 SMA, 201 siswa dari 14 SMTK, 36 MA dengan jumlah siswa 1.354 siswa, dan 13.298 siswa dari 168 SMK.(alfa)

Trafficking Minsel, Guru BP Harus Memahami Perubahan Prilaku Siswa

manadoMTerkini.com, SULUT – Perdagangan manusia (Trafficking) adalah masalah yang kompleks dan penanganannya tidak mudah. Karenanya diperlukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Upaya-upaya tersebut dapat melalui pendampingan, peningkatan pendidikan, penyebaran informasi dan pengawasan termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara Asiano G Kawatu kepada manadoterkini.com.

Mengenai Trafficking yang baru-baru terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang dari beberapa sumber menyebutkan berkaitan dengan Karyawan Kapal pembangkit listrik MVPP asal Turki.

“Ini bukan sekedar hubungan murid dan sekolah, tapi terkait dengan keluarga serta lingkungan. Kewaspadaan harus ditingkatkan, termasuk Guru Bimbingan Penyuluhan (BP) atau Guru Bimbingan Konseling (BK) harus memahami perilaku dan perubahan siswa dalam sekolah dan pergaulan dimasyarakat, “jelas Kawatu.(alfa)

Rekam Jejak Pejabat Senior Siap Mengisi Kursi Sekretaris Provinsi

Siapakah Nanti Dipilih Dondokambei ?

kantor GubMTerkini.com, SULUT – Pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sulut digadang-gadang masuk bursa menempati kursi Sekprov hingga kini masih menjadi tanda tanya.

Pejabat Eselon II berpangkat lV/D ini memiliki track record cemerlang sehingga dipredikasi berpeluang besar mengisi kursi ketiga di Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Olly Dondokambei dan Steven Kandow.

Berikut sedikit rekam jejak 3 pejabat yang disebut-sebut yang diusulkan akan mengisi jabatan top birokrasi di Sulawesi Utara.

Royke Octavian Roring (Kepala Bappeda dan Pj. Walikota Manado sekarang) merupakan Pejabat Eselon 2 paling senior, kelahiran Manado 56 tahun silam pangkat IV/D sejak 1 April 2010. Menyelesaikan study S-2 Perencanaan Wilayah dan Pedesaan, sebelum menjadi Kepala Bappeda Sulut, telah menduduki sejumlah jabatan antara lain, Asisten II, Direktur Kapet Manado-Bitung, Kepala BPBD, Kadis Perhubungan, Kadis Praskim, Kadis PU dan Kepala Biro Pembangunan. Salah satu lulusan terbaik Pendidikan Lemhanas ini dikenal rendah hati dan religius. Aktif di organisasi gereja, dikenal Nasionalis.

tiga calon sekprovEdwin Harminto Silangen (Kaban Kesbangpol) yang merupakan birokrat kelahiran Tahuna 54 tahun lalu ini berpangkat IV/D sejak 1 Oktober 2011. Pria yang pernah menjadi Penjabat Bupati Minut ini juga telah menduduki sejumlah jabatan eselon II, mulai dari Karo Tata Pemerintahan, Kadis Budpar, Kadispenda, Asisten 3, Asisten 1, Kepala BLH dan terakhir Kepala Badan Kesbangpol. Selain smart dan humble (pintar dan rendah hati), Silangen juga dikenal sebagai pejabat yang selalu cepat dalam adaptasi perkembangan teknologi informasi. Ramah dan sangat bersahabat dengan insan pers ini, sering sharing ilmu dengan wartawan yang mewawancarai.

Asiano Gammy Kawatu (Kadis Diknas) Pria 53 tahun kelahiran Minahasa menamatkan pendidikan S-2 Pengelolaan sumberdaya Pembangunan berpangkat IV/D sejak 1 April 2010. Beliau telah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Karo Ekonomi, Kadis Perindag, Asisten 2, Kadispenda, Kadissos dan terakhir Kadis Diknas. Pernah ditugaskan menjadi Plt Bupati Minsel merupakan birokrat pintar.(alfa)

Pemprov Sulut Mantapkan Persiapan FL2SN

penjabat gubernurMTerkini.com, SULUT – Ajang kreatifitas para Siswa SD,SMP dan SMA serta SMK sederajat se- Indonesia bertajuk Festival lomba dan Seni Siswa Nasional (FL2SN) yang bakal di gelar di Provinsi Sulut, terus dimantapkan persiapannya oleh Panitia lokal di daerah ini. Hal itu di sampaikan Kadis Diknas Sulut Asiano G Kawatu, SE MSi di Kantor Gubernur, Senin (25/01) kemarin.
“Perhelatan akbar FL2SN Tahun 2016 di Kota Manado akang berlangsung dari Tanggal 1 s/d 6 Agustus 2016. Karena itu segala persiapan terus kami koordinasikan dengan panitia pusat di Jakarta, “ujar manatan Kadis Penda Sulut ini.

Kawatu menyebutkan, untuk penyelenggaraannya ditangani oleh panitia pusat, sementara panitia local hanya menyiapkan acara pembukaan dan penutupan FL2SN
“Walaupun hanya pembukaan dan penutupan, tapi Diknas Sulut terus memantapkan persiapan ini sudah sejak tahun lalu,”kata Kawatu.

Untuk penyelenggaraan kegiatan, oleh panitia local yakni pembukaan dan penutupan FL2SN nantinya akan ditangani even organizer sesuai kriteria yang sudah ditentukan, sebagaimana yang dilaksanakan di Palembang tahun lalu, panitia local disana juga menggunakan even organizer. “Acara pembukaan nanti para peserta akan menyaksikan berbagai keberhasilan Sulut di berbagai bidang baik seni budaya maupun pendidikan,” tandas mantan Kadis Sosial. (alfa)