Jum'at, 22 November 2019

Waruga Di Lokasi Pembangunan Waduk Kuwil Akan Direlokasi

waruga minutmanadoterkini.com, AIRMADIDI-Dari pertemuan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kabupaten Minut, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, BPNB Sulut, Balai Arkeologi Sulut, BPCB Gorontalo serta sejumlah LSM Adat dan masyarakat, akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama untuk merelokasi Waruga (Kubur Batu) dari lokasi dekat proyek pembangunan Waduk Kuwil.

“Kesimpulan dari pertemuan ini, semua sepakat untuk relokasi Waruga yang kena dampak pembangunan Waduk Kuwil, dengan memperhatikan aturan dan adat budaya Minahasa. Dan akan dibentuk Tim Teknis berjumlah 9 orang, yang terdiri dari perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh budaya, dan masyarakat, yang akan mengatur proses pemindahan Waruga, secara adat dan budaya Minahasa,” ujar Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulut Ferry Sangian, diakhir pertemuan yang digelar di Kantor Hukum Tua Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Minut Dra Femmy Pangkerego MPd ME, mengapresiasi akan kepedulian semua pihak terkait dalam forum lengkap tersebut, sebagai wujud kecintaan terhadap warisan budaya, khususnya yang ada di Minut. Pentingnya kajian dari tiga balai terkait, tokoh adat, ormas adat dan lembaga adat, untuk mempersiapkan upacara pemindahan Waruga yang ada di lokasi proyek.

“Kepada pihak Balai Sungai dan kontraktor Waduk Kuwil, Saya mewakili Pemerintah mengingatkan, agar sebelum diadakan pemindahan Waruga, dokumen lahan untuk relokasi yang disediakan harus dilengkapi dulu, jika tidak maka pemindahan tidak bisa dilakukan,” tegas Pangkerego.

Dalam kesepakatan yang dituangkan dalam satu catatan sebagai bukti tertulis, ditandatangani oleh masing-masing, mewakili Pemprov dan Disbudpar Sulut Kabid Kebudayaan Ferry Sangian, Pemkab Minut Kepala Disbudpar Dra Femmy Pangkerego MPd ME, Camat Kalawat Marco Karongkong, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Rony Rudson, Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo Rosalona Kambuas IS, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sulut Dra Agus Walukow, Balai Arkeologi Sulut Dra Ipa Fahriani, Lembaga adat ne Tounsea Jan Wurangian, Paimpuluan Ne Tounsea Edu Watupongoh SE, Brigade Manguni Indonesia (BMI) Waany Unsulangi, Laskar Manguni Indonesia (LMI) Syeni Watulangkouw, Waraney Puser In’Tana Toar Lumimuut (WPITL) Alfian Aso Posumah, Penasehat Aliansi Makapetor Roy Turangan serta Ketua Lembaga Pemerhati Kebudayaan Minut Djemie Karongkong.(Pow)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*